Tarif Rapid Test Antigen Murah Rp 45.000 Per 24 September 2021

Kini Tarif Rapid Test Antigen Murah Rp 45.000 Per 24 September 2021. Calon penumpang kereta api bisa menghemat biaya rapid test antigen karena tarifnya sudah turun yang semula Rp 85.000 menjadi Rp 45.000. Ketentuan ini mulai berlaku tanggal 24 September 2021. Rapid test antigen memang syarat wajib bagi penumpang kereta api jarak jauh, sedangkan KA Lokal tidak perlu rapid test. Pilihannya bisa rapid antigen atau pcr untuk perjalanan KA Jarak Jauh.

Dengan harga Rp 45.000 yang cukup murah itu, bisa menarik calon penumpang kereta api untuk konsisten menggunakan kereta api. Diharapkan okupansi penumpang kereta api bisa naik signifikan. Kemudahan dan biaya yang dikeluarkan semakin murah bisa menarik calon penumpang untuk naik kereta api.

Anda sebagai calon penumpang kereta api yang ingin rapid test antigen harus membeli tiket terlebih dahulu atau sudah lunas kode booking. Setelah itu silakan melakukan rapid test di stasiun yang melayani.

Rapid Test Antigen Murah

 

Berikut Stasiun Yang Melayani Rapid Test Antigen

Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Cikampek, Karawang,
Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Cimahi,
Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, Brebes,
Semarang Poncol, Semarang Tawang, Tegal, Pekalongan, Cepu,
Purwokerto, Kroya, Kutoarjo, Kebumen, Sidareja, Gombong,
Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Klaten, Purwosari, Wates,
Madiun, Blitar, Jombang, Kediri, Kertosono, Tulungagung, Nganjuk,
Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Bojonegoro, Lamongan,
Jember, Ketapang, Banyuwangi, Rogojampi, Probolinggo, Kalisetail,
Medan, Kisaran, Tanjung Balai, Kertapati, Lahat, Lubuk Linggau,
Prabumulih, Muara Enim, Tebing Tinggi,
Tanjungkarang, Martapura, Kotabumi, dan Baturaja.

Selain menunjukkan hasil negatif rapid test antigen atau pcr, calon penumpang juga wajib menunjukkan sertifkat vaksin minimal dosis pertama. Atau bisa instal Peduli Lindungi.

PT KAI telah mengintegrasikan sistem boarding KAI dan aplikasi Peduli Lindungi sehingga data vaksinasi dan hasil tes Covid-19 pelanggan akan otomatis muncul pada layar komputer petugas. Integrasi ini bertujuan untuk mempermudah pelanggan, memperlancar proses pemeriksaan dokumen, dan menghindari pemalsuan dokumen.

Mumpung Tarif Rapid Test Antigen Murah Rp 45.000 Per 24 September 2021 yuk naik kereta api.

KA Lokal Merak Beroperasi Lagi Mulai 22 September 2021

KA Lokal Merak Beroperasi Lagi Mulai 22 September 2021 menyusul kereta lokal lain yang tidak beroperasi karena PPKM. Sejak 2 Juli 2021 sampai dengan 21 September 2021 KA Lokal khususnya KA Lokal Merak tidak beroperasi. Tidak ada angkutan kereta api sepanjang Rangkasbitung, Serang sampai Merak begitu juga sebaliknya. KA Lokal Merak yang dikelola oleh PT KCI ini mendukung peraturan pemerintah untuk menanggulangi penyebaran covid 19 pada transportasi umum.

Kini penumpang bisa menggunakan KA Lokal Merak baik dari Merak tujuan Rangkasbitung maupun dari Rangkasbitung tujuan Merak. Harga tiket tetap Rp 3.000 tiap orang. 

Pembelian tiket harus menyertakan KTP karena NIK terkoneksi dengan Peduli Lindungi dimana nanti tiketnya tertulis sudah vaksin atau belum.

KA Lokal Merak

 

Naik KA Lokal Merak tidak perlu menunjukkan hasil PCR atau Antigen. Cukup dengan menunjukkan sertifikat vaksin minimal dosis pertama. Menunjukkan sertifikat vaksin bisa dengan menginstal aplikasi peduli lindungi atau kalau yang tidak mempunyai HP android cukup dengan menunjukkan cetakan sertifikat vaksin atau foto sertifikat vaksin pada HP. Petugas akan mencocokkan dengan KTP anda.

Anak-anak dibawah usia 12 tahun tidak diperkenankan melaksanakan perjalanan dalam negeri antar batas wilayah provinsi maupun kabupaten/kota. Jadi perjalanan ini khusus untuk anak diatas 12 tahun/pelajar SMP keatas dan dewasa.

KA Dhoho dan KA Penataran Beroperasi Kembali Muai Tanggal 22 September 2021

Yess akhirnya KA Dhoho dan KA Penataran Beroperasi Kembali Muai Tanggal 22 September 2021. Kedua KA Lokal ini sudah tidak beroperasi kurang lebih 2 bulan. Mulai 2 - 20 Juli 2021 kedua KA ini sudah tidak jalan. Diperpanjang lagi tiap satu minggu hingga tanggal 21 September 2021. Mendadak ada kabar dari teman bahwa tanggal 22 September 2021 KA Dhoho dan Penataran jalan kembali. Serba mendadak emang, karena sudah terbiasa dengan pengumuman PPKM diperpanjang KA Lokal juga tidak jalan. Eh...kemarin emang beda.

Bagi yang ingin naik KA Lokal, silakan persiapkan syarat-syaratnya. Beli tiket harus melampirkan sertifikat vaksin dan KTP lho.

Syarat Penumpang Untuk Naik KA Lokal Harus Vaksin Minimal Dosis I

Tidak diwajibkan menunjukkan surat keterangan dokumen perjalanan, STRP dan sejenisnya;
Tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif test rapid antigen dan pcr;
Wajib menggunakan aplikasi peduli lindungi dengan menginstal di HP penumpang. Pada aplikasi tersebut harus terdapat data bahwa sudah melakukan vaksin dosis pertama;
Bagi yang tidak menggunakan aplikasi Peduli Lindungi, bisa menunjukkan sertifikat vaksin minimal dosis pertama;
Anak-anak dibawah usia 12 tahun tidak diperkenankan melaksanakan perjalanan dalam negeri antar batas wilayah provinsi maupun kabupaten/kota;
Calon penumpang yang tidak tidak bisa divaksin dengan alasan kesehatan seperti penyakit komorbird dan ibu hamil, bisa melampirkan surat keterangan dari Rumah Sakit Pemerintah yang menerangkan bahwa yang bersangkutan tidak dapat mengikuti vaksinasi covid19 dengan alasan tersebut.

 

KA Jayakarta


KA Lokal Lain Yang Jalan 22 September 2021

KA Dhoho Surabaya Blitar PP
KA Penataran Surabaya Blitar PP
KA Pandanwangi Jember Banyuwangi PP
KA Tumapel Malang Surabaya PP
KRD Kertosono Kertosono Surabaya PP
KRD Bojonegoro Sidoarjo Surabaya Bojonegoro PP
KA Lokal Cepu Surabaya Cepu PP
Komuter Pasuruan
Jenggala Surabaya Mojokerto Sidoarjo PP
Kedungsepur Semarang Ngrombo PP
KA Lokal Cibatuan Cibatu Purwakarta PP
KA Walahar Purwakarta Cikarang PP
KA Jatiluhur Cikampek Cikarang PP
KA Siliwangi Sukabumi Cipatat PP
KA Lokal Merak Rangkasbitung Merak PP

Syarat Naik KRL Terbaru Dengan Menunjukkan Sertifikat Vaksin Menggantikan STRP

Syarat Naik KRL Terbaru Dengan Menunjukkan Sertifikat Vaksin Menggantikan STRP berlaku mulai 11 September 2021. Masa sosialisasi mulai tanggal 8-10 September 2021 sebagai masa peralihan boleh menggunakan STRP dan surat keterangan lainnya dan juga boleh menggunakan sertifikat vaksin. Per 11 September 2021, semua penumpang KRL harus menunjukkan sertifikat vaksin minimal dosis pertama.

Cara menunjukkan sertifikat vaksin bisa melalui aplikasi peduli lindungi, bentuk fisik sertifikat vaksin atau dalam bentuk foto di hp. Selain menunjukkan sertifikat vaksin, anda juga diminta menunjukkan KTP atau identitas lainnya untuk dicocokkan dengan sertifkat vaksin, memang benar-benar milik yang bersangkutan atau tidak.



Bagi yang menggunakan aplikasi peduli lindung, silakan instal di HP anda dan saat masuk stasiun bisa scan QR code. Bila syarat sudah sesuai, maka akan muncul warna hijau dan anda boleh check in. Untuk berjaga-jaga apabila jaringan bermasalah, hp eror dsb, bawa juga fisik sertifikat vaksin anda, atau foto sertifkat juga untuk berjaga-jaga saja.

Bagi yang belum divaksin karena alasan medis misalnya para penyintas Covid-19, Ibu hamil, masyarakat dengan komorbird dapat menunjukkan surat keterangan resmi dari dokter di Puskesmas maupun Rumah Sakit mengenai kondisinya. Dan tetap dapat naik KRL jika sudah dapat surat itu.

Bagi siswa sekolah yang belum vaksin juga tetap bisa naik KRL dengan mengenakan seragam sekolahnya dan membawa surat keterangan tatap muka dari sekolah.

Protokol kesehatan masih berlaku secara ketat, tidak berbicara di dalam kereta, aturan balita dan lansia serta pedagang masih berlaku.

KRL Hanya Untuk Pekeja Esensial dan Kritikal Berlaku Mulai 12 Juli 2021

KRL Hanya Untuk Pekeja Esensial dan Kritikal Berlaku Mulai 12 Juli 2021. Mulai Senin 12 Juli 2021, KRL hanya untuk melayani pekerja di sektor esensial dan kritikal. Sesuai SE Menteri Perhubungan No.50 Tahun 2021 naik KRL wajib menunjukkan surat sebagai berikut dan ikuti seluruh protokol kesehatan.

Maksud Dari Esensial dan kritikal adalah sebagai berikut.
Esensial : perusahaan yang bergerak di bidang keuangan seperti perbankan, koperasi, asuransi, pegadaian, dsb.
Kritikal : perusahaan yang bergerak di bidang khusus untuk melayani masyarakat seperti penanggulangan bencana, logistik, transportasi, keamanan dan ketertiban, makanan dan minuman, dsb.


 

Syarat Naik KRL Selama PPKM Darurat

Menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP); atau
Surat Keterangan dari Pemerintah Daerah Setempat; atau
Surat dari pimpinan isntansi (minimal eselon 2 untuk pemerintahan), pimpinan perusahaan /kantor yang termasuk sektor esensial dan kritikal.

STRP atau Surat Tanda Registrasi Pekerja digunakan Pemprov DKI Jakarta untuk melaksanakan pengendalian mobilitas penduduk dalam PPKM Darurat. 

Untuk sektor informal seperti pedangang, penyedia jasa, dsb masih belum bisa menggunakan KRL atau tunggu kebijakan lebih lanjut.